Pertemuan 1

PERTEMUAN 1


MENYIMAK UNTUK ANAK
Keterampilan berbahasa mencakup empat segi, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis sehingga disebut dengan caturtunggal. Menyimak merupakan keterampilan bahasa yang tanpa disadari berlangsung sehari-hari bahkan sudah secara alami dilakukan sejak lahir di dunia. Menyimak dapat dikatakan sebagai kegiatan mendengar, tetapi terdapat perbedaan antara menyimak dan mendengar. Menyimak adalah kegiatan mendengar secara teliti dan sungguh-sungguh mendapatkan manfaat, sedangkan mendengar merupakan kegiatan mendengarkan suara saja, tanpa memahami makna dan keindahan dari suara-suara tersebut. Menurut Tarigan menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, atau pesan serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara melalui ujaran.
Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui bahwa merek sedang menyimak, seperti saat pelajaran, bercakap-cakap, curhat, melihat berita dan sebagainya, yang mereka ketahui hanya mendengarkan padahal mereka sudah memasuki area menyimak. Dapat diamati ketika seorang bayi sedang digendong orang tuadan diajak bercengkrama, bayi tersebut seperti sedang mendengarkan dengan gerak tubuhnya yang lucu sedangmencari asal suara karena penglihatan bayi yang belum sempurna. Sebenarnya, bayi tersebut sedang menyimak apa yang dikatakan oleh orang tua mereka, meskipun bayi tersebut belum mengerti sepenuhnya, tetapi seorang bayi selalu menyimak dengan seksama. Dari awal itulah seorang anak dapat berbicara, seorang anak menyimak bagimana orang tua mereka berbicara kemudian mereka mulai meniru perkataan orang tua mereka dan akhirnya anak dapat berbicara secara sempurna. Jika diamati, sebenarnya kualitas menyimak anak-anak lebih baik dibanding orang dewasa, karena pikiran anak-anak masih fresh dan belum memiliki beberapa masalah yang harus dipikirkan.
Hambatan dalam menyimak yaitu :
Gangguan fisik
Lelah
Tidak dapat dipungkiri setiap individu pasti merasa lelah ketika melakukan aktivitas, menyimakpun pasti dapat membuat seseorang merasa lelah karena ketikaa menyimak orang harus terfokus dan tidak dapat mengalihkan perhatiannya jika ingin mendapat ilmu secara utuh.
Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran merupakan salah satu faktor yang sangat krusial. Akibat gangguan pendengaran seseorang tidak mendapat bahan simakan secara semppurna dan hanya setengah-setengah.
Bingung
Faktor dari dalam individu yang sulit diatasi oleh orang lain dan hanya individu tersebut yang dapat mengetasi kebingungan itu.
Gangguan lingkungan
Bising
Pengambilan tempat yang tepat untuk menyimak agar dapat maksimal dalam menyimak, sehingga kebanyakan ruang kelas di sekolah-sekolah berada jauh sekali dari jalan raya atau area umum.
Gaduh
Gaduh hampir sama dengan bising. Bising berasal dari luar ruangan sedangkan gaduh berasal dari dalam ruangan.
Ketidakseimbangan pandangan penyimak dengan bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara.
Gangguan nonfisik penyimak
Penyimak tidak memiliki motivasi.
Penyimak memiliki tipe-tipe khusus dalam menyimak.
Suara pembicara yang tidak jelas.
Simbol linguistik yang dipakai oleh pembicara tidak sama dengan penyimak dan akan menimbulkan kebingungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cadel