Cadel
Cadel
By : Tiara Erzalia (A1D117029)
CADEL
Cadel merupakan ketidakmampuan melafadskan huruf ”r”. Umum dijumpai pada anak usia BALITA (bawah lima tahun), tapi sering pula terdapat pada orang dewasa. Cadel yang dialami oleh orang dewasa umumnya disebabkan oleh pengaruh lingkungan seperti psikoedukatif dan psikokultural, dapat pula disebabkan oleh faktor penyakit seperti menderita down syndrom, stroke, atau pada penderita penyakit yang berhubungan dengan syaraf.
Bahasa sebagai alat komunikasi akan terhambat apabila tidak didukung oleh artikulasi yang tepat. Seperti dalam pergaulan sehari-hari sering kali kita menjumpai seseorang yang mengalami kesulitan dalam menghasilkan bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar. Bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar yaitu bunyi bahasa yang menggunakan ujung lidah dan gusi. Ujung lidah berfungsi sebagai artikulator aktif yang menyebabkan proses mengetar dan gusi sebagai artikulator pasif. Bunyi yang dihasilkan adalah konsonan getar “r”. Bagi orang yang mengalami kesulitan menyebut huruf ‘r”, maka kata-kata yang mengandung huruf “r” yang diucapkan sekilas kedengaran seperti ucapan seorang anak usia balita. Hal ini terjadi karena fungsi bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar digantikan dengan bunyi bahasa konsonan lateral apiko alveolar, bunyi itu ialah “l”. Hal inilah yang dikenal dengan istilah cadel. Pada anak usia balita, hal ini dianggap wajar karena perkembangan organ artikulasinya belum sempurna. Lain halnya pada orang dewasa yang seluruh organ tubuhnya termasuk organ artikulasinya juga telah mengalami tahap sempurna dalam perkembangannnya.
Menurut dr. Lily Sidiarto dari bagian Neurologi FKUI-RSCM, Jakarta, cadel adalah salah satu bentuk disartri yaitu sebutan untuk gangguan artikulasi (pengucapan kata) yang disebabkan oleh gangguan struktur atau gangguan fungsi dari organ artikulasi. Cadel dapat disebabkan oleh gangguan struktur antara lain karena ukuran lidahnya relatif pendek atau kelainan pada otot yang terdapat di bawah lidah. Adanya kelainan kedua otot tadi bisa menyebabkan gerakan lidah menjadi kurang baik.
Penyebab cadel bisa juga disebabkan oleh gangguan fungsi. Gangguan fungsi organ artikulasi dapat terjadi karena kelainan pada otak. Misalnya penderita celebropalsy (cp), yaitu kelumpuhan syaraf pusat, yang antara lain menyebabkan kelemahan motorik otot. Resikonya kecepatan kerja lidah akan berkurang. Penderita down syndrome berakibat kerja lidahnya kurang bagus. Down syndrome, selain menyebabkan intelegensinya rata-rata minus, tonus otot lidahnya pun lemah sehingga menyebabkan cadel (Sidabutar, 1994).
Cadel karena faktor neurologis yang disebabkan adanya gangguan di pusat bicara. Untuk mengatasinya, anak dengan gangguan ini harus segera dibawa ke neuorolog. Pada prinsipnya, gangguan ini masih bisa ditangani. Namun bila kerusakannya termasuk parah, bukan tidak mungkin akan terbawa sampai dewasa.
Cadel karena faktor psikologis yang disebabkan karena adanya adik, contohnya, untuk menarik perhatian orang tua, anak akan menjunjukkan kemunduran berbicara deng menirukan gaya berbicara si adiknya. Untuk mengatasinya, orang tua harus menunjukkan bahwa perhatian padanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orang tua juga harus mengajak anak berbicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat. Pada kasus yang parah, sebaiknya segera bawa anak ke ahlinya agar bisa mengetahui apa masalah yang melatarbelakanginya.
By : Tiara Erzalia (A1D117029)
CADEL
Cadel merupakan ketidakmampuan melafadskan huruf ”r”. Umum dijumpai pada anak usia BALITA (bawah lima tahun), tapi sering pula terdapat pada orang dewasa. Cadel yang dialami oleh orang dewasa umumnya disebabkan oleh pengaruh lingkungan seperti psikoedukatif dan psikokultural, dapat pula disebabkan oleh faktor penyakit seperti menderita down syndrom, stroke, atau pada penderita penyakit yang berhubungan dengan syaraf.
Bahasa sebagai alat komunikasi akan terhambat apabila tidak didukung oleh artikulasi yang tepat. Seperti dalam pergaulan sehari-hari sering kali kita menjumpai seseorang yang mengalami kesulitan dalam menghasilkan bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar. Bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar yaitu bunyi bahasa yang menggunakan ujung lidah dan gusi. Ujung lidah berfungsi sebagai artikulator aktif yang menyebabkan proses mengetar dan gusi sebagai artikulator pasif. Bunyi yang dihasilkan adalah konsonan getar “r”. Bagi orang yang mengalami kesulitan menyebut huruf ‘r”, maka kata-kata yang mengandung huruf “r” yang diucapkan sekilas kedengaran seperti ucapan seorang anak usia balita. Hal ini terjadi karena fungsi bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar digantikan dengan bunyi bahasa konsonan lateral apiko alveolar, bunyi itu ialah “l”. Hal inilah yang dikenal dengan istilah cadel. Pada anak usia balita, hal ini dianggap wajar karena perkembangan organ artikulasinya belum sempurna. Lain halnya pada orang dewasa yang seluruh organ tubuhnya termasuk organ artikulasinya juga telah mengalami tahap sempurna dalam perkembangannnya.
Menurut dr. Lily Sidiarto dari bagian Neurologi FKUI-RSCM, Jakarta, cadel adalah salah satu bentuk disartri yaitu sebutan untuk gangguan artikulasi (pengucapan kata) yang disebabkan oleh gangguan struktur atau gangguan fungsi dari organ artikulasi. Cadel dapat disebabkan oleh gangguan struktur antara lain karena ukuran lidahnya relatif pendek atau kelainan pada otot yang terdapat di bawah lidah. Adanya kelainan kedua otot tadi bisa menyebabkan gerakan lidah menjadi kurang baik.
Penyebab cadel bisa juga disebabkan oleh gangguan fungsi. Gangguan fungsi organ artikulasi dapat terjadi karena kelainan pada otak. Misalnya penderita celebropalsy (cp), yaitu kelumpuhan syaraf pusat, yang antara lain menyebabkan kelemahan motorik otot. Resikonya kecepatan kerja lidah akan berkurang. Penderita down syndrome berakibat kerja lidahnya kurang bagus. Down syndrome, selain menyebabkan intelegensinya rata-rata minus, tonus otot lidahnya pun lemah sehingga menyebabkan cadel (Sidabutar, 1994).
Cadel karena faktor neurologis yang disebabkan adanya gangguan di pusat bicara. Untuk mengatasinya, anak dengan gangguan ini harus segera dibawa ke neuorolog. Pada prinsipnya, gangguan ini masih bisa ditangani. Namun bila kerusakannya termasuk parah, bukan tidak mungkin akan terbawa sampai dewasa.
Cadel karena faktor psikologis yang disebabkan karena adanya adik, contohnya, untuk menarik perhatian orang tua, anak akan menjunjukkan kemunduran berbicara deng menirukan gaya berbicara si adiknya. Untuk mengatasinya, orang tua harus menunjukkan bahwa perhatian padanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orang tua juga harus mengajak anak berbicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat. Pada kasus yang parah, sebaiknya segera bawa anak ke ahlinya agar bisa mengetahui apa masalah yang melatarbelakanginya.
Komentar
Posting Komentar